This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

Sunday, January 26, 2020

ANALISIS KINERJA SISTEM E-GOVERMENT PROVINSI LAMPUNG


MAKALAH
ANALISIS KINERJA SISTEM E-GOVERMENT PROVINSI LAMPUNG
KABUPATEN TANGGAMUS DAN KABUPATEN WAYKANAN



Sunday, December 15, 2019

Cobit Tugas 2


TUGAS 2
Virtual Class Analisis Kinerja Sistem

Disusun Oleh :
Nama : Heni Safitri
NPM : 1B118059
Kelas : 4KA11

Soal :
1.    Cari tools lain dalam melakukan audit, buat tulisan dalam 3 paragraf dalam blog anda dan sumbit ke studentsite dalam tulisan. 

jawab : 

Tools untuk Melakukan Audit TI (Post Test)

Audit TI merupakan suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit TI lebih dikenal dengan istilah EDP. Biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.

Audit TI merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit TI bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi

Jenis Audit TI

1.    Sistem dan aplikasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.

2.    Fasilitas pemrosesan informasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.

3.    Pengembangan sistem
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.

4.    Arsitektur perusahaan dan manajemen TI
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdayaguna untuk pemrosesan informasi.

5.    Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

Metodologi Audit TI
Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit TI tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut:
1.    Tahapan Perencanaan
Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.

2.    Mengidentifikasikan resiko dan Kendal
Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.

3.    Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti
Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.

4.    Mendokumentasika
Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan audit.

5.    Menyusun laporan
Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.
Tools untuk Melakukan Audit TI
Selain COBIT, terdapat beberapa tools lain yang digunakan untuk melakukan audit teknologi informasi, yaitu sebagai berikut :
1.    ACL (Audit Command Language)
Merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di design khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. ACL dapat digunakan untuk user biasa atau yang sudah ahli.

2.    Picalo
Picalo adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan analisa data yang dihasilkan dari berbagai sumber. Picalo dikemas dengan GUI (Graphis User Interface) yang mudah digunakan, dan dapat berjalan di berbagai sistem operasi.

3.    Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.

4.    Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.

Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

5.    Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan


Cobit Tugas 1

TUGAS 1
Virtual Class Analisis Kinerja Sistem

Disusun Oleh :
Nama : Heni Safitri
NPM : 1B118059
Kelas : 4KA11

Soal :
1.    Apa yang anda ketahui tentang COBIT, buat dalam 3 paragraf pada blog anda dan submit ke tulisan pada studentsite.

Jawab :

               COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit andControl Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.

               COBIT Framework adalah standar kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan diterapkan secara internasional

               COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.
Kriteria Informasi berdasarkan COBIT
Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
1.    Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu. 
2.    Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal. 
3.    Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang. 
4.    Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis. 
5.    Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait. 
6.    Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis. 
7.    Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.
Komponen Control Objective
           Berdasarkan IT Governance Institute (2012), Framework COBIT disusun dengan karakteristik yang berfokus pada bisnis (bussiness focused). Pada edisi keempatnya ini, COBIT Framework terdiri dari 34 high level control objectives dan kemudian mengelompokan proses tersebut menjadi 4 domain, keempat domain tersebut antara lain: Plannig and Organization, Acquisition and Implementation, Delivery and Support, dan Monitoring and Evaluation:
1.  Planing and Organization (Perencanaan dan Organisasi). Mencakup strategi, taktik dan identifikasi kontribusi terbaik TI demi pencapaian tujuan organisasi. 
2.  Acquire and Implement (Pengadaan dan Implementasi). Untuk merealisasikan strategi TI, perlu dilakukan pengidentifikasian, pengembangan dan perolehan solusi TI, sesuai dengan yang akan diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis. 
3.  Delivery and Support (Pengiriman Layanan dan Dukungan). Domain ini fokus terhadap penyampaian jasa yang sesungguhnya diperlukan, termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitasnya, jasa dukungan kepada user dan manajemen data dan fasilitas operasi.

Tuesday, April 9, 2019

Perusahaan Startup, Unicorn Dan Decacorn



Hasil gambar untuk startup adalah
           
           A.    Pengertian Perusahaan Starup, Unicorn dan Decacorn

Sunday, March 31, 2019

Nilai dan Manfaat 5 Aspek Bisnis Online


Pengertian Bisnis

Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Friday, September 30, 2016

Artikel Implementasi Pengolahan Citra Di Dibidang Militer



Anggota :        - Shella Chinta C. ( 36115530 )
                        - Heni Safitri   ( 33115123 )

                        - Wahyu Nugroho Jati ( 37115091 )

                        - Todo Fransiscus ( 36115921 )
                        - Ganis Mugipangestu ( 32115831 )
Kelas :             2DB03
 

Pengolahan Citra Di Dibidang Militer Pada Teropong Malam Hari (Night Vision)



Pengertian



Teropong malam atau Night vision binocular / monocular adalah alat yang digunakan untuk pengintaian di malam hari tanpa ada cahaya. Biasa digunakan untuk berburu atau operasi militer di malam hari. Meskipun sering digunakan oleh organisasi militer, teropong malam yang tersedia untuk warga sipil. Alasan mengapa teropong malam di militer kini telah menjadi bagian yang diharapkan dari peperangan modern karena dapat memungkinkan pemakainya untuk melihat gambar dalam gelap yang tidak dapat dilihat hanya dengan mata telanjang. Gambar-gambar yang terus bergerak.

Sejarah teropong malam dalam militer

Teropong memiliki sejarah panjang digunakan militer. Di desain oleh Galileo sehingga terkenal s secara luas digunakan sampai akhir abad ke-19 .. Teropong dibangun untuk penggunaan militer umum cenderung lebih berat dari pada rekan-rekan sipil mereka Mereka umumnya menghindari pengaturan fokus pusat lebih rapuh mendukung fokus independen, yang juga membuat untuk lebih mudah, atap yang bocor lebih efektif. dalam teropong militer mungkin memiliki lapisan aluminiun berlebihan pada prisma mereka set untuk menjamin mereka tidak kehilangan kualitas reflektif mereka jika mereka basah. Salah satu bentuk varian disebut "teropong parit", kombinasi teropong dan periskop artileri sering digunakan untuk tujuan yang terkena bercak tujuan hanya beberapa inci di atas tembok pembatas, menjaga kepala agar aman dalam parit itu. teropong Militer era Perang Dingin kadang-kadang dilengkapi dengan sensor pasif yang terdeteksi aktif , sementara yang modern biasanya dilengkapi dengan filter memblokir sinar laser digunakan untuk sebagai senjata. Selanjutnya, teropong dirancang untuk penggunaan militer mungkin termasuk dalam satu mata untuk memfasilitasi jangkauan dalam penglihatannya.

Tujuan teropong malam

teropong malam terutama digunakan untuk tujuan militer, dan membantu melindungi dan menjaga personil bersenjata dari kemungkinan bahaya di medan pertempuran. teropong Malam adalah salah satu penemuan panas perangkat pada abad terakhir, memungkinkan orang untuk melihat benda-benda di sekitarnya di malam hari. Generasi yang lebih tua dari kacamata night vision menggunakan cahaya inframerah untuk melemparkan lebih dari suatu daerah, sehingga orang dapat melihat melalui penglihatan kacamata untuk mendapatkan gambar dari target.

Cara penggunaan teropong

1.      1. Menggunakan kedua mata ketika melihat obyek yang juga ke titik akurat ke arah yang sama.
2.      2. Menggunakan kedua tangan, walaupun ukuran teropong bervariasi
3.      3. Fokus dan penyesuaian

Central fokus teropong dengan jarak interpupillary disesuaikan. Teropong yang akan digunakan untuk melihat benda-benda yang tidak pada jarak yang tetap harus memiliki fokus pengaturan yang mengubah jarak antara lensa mata dan objektif. Secara tradisional, dua pengaturan yang berbeda telah digunakan untuk memberikan fokus.


Teropong dengan "fokus yang berbeda" memerlukan dua teleskop menjadi fokus yang berbeda dengan menyesuaikan setiap lensa mata. Teropong dirancang untuk penggunaan medan berat, seperti aplikasi militer, secara tradisional telah menggunakan fokus yang berbeda Karena pengguna umum merasa lebih nyaman untuk fokus kedua tabung dengan satu tindakan penyesuaian, jenis kedua dari teropong memasukkan "berfokus pusat", yang melibatkan perputaran roda fokus pusat untuk menyesuaikan kedua tabung bersama. Selain itu, salah satu dari dua mata dapat lebih disesuaikan untuk mengkompensasi perbedaan antar mata (biasanya dengan memutar lensa mata). Karena perubahan fokus dipengaruhi oleh lensa mata yang disesuaikan dan dapat diukur dalam unit adat daya bias, lensa mata disesuaikan sendiri sering disebut "diopter". Setelah penyesuaian ini telah dibuat untuk penampilkan suatu gambar tertentu, teropong dapat memfokuskan kembali pada objek pada jarak yang berbeda dengan menggunakan roda fokus untuk memindahkan kedua tuba secara bersama tanpa penyesuaian kembali lensa mata. teropong Paling modern juga diatur melalui sebuah konstruksi yang memungkinkan jarak antara dua bagian teleskop harus disesuaikan untuk mengakomodasi pemirsa dengan pemisahan mata yang berbeda. Kebanyakan dioptimalkan untuk jarak jauh (biasanya 56mm) untuk orang dewasa.

Persyaratan yang digunakan untuk menggambarkan pelapisan, untuk semua teropong

Kehadiran setiap pelapis biasanya dilambangkan pada teropong dengan ketentuan sebagai berikut:

·         # coated optics : satu atau lebih permukaan adalah anti reflektif dilapisi dengan lapisan tunggal.
·         # fully coated : semua kaca ke permukaan udara adalah anti reflektif dilapisi dengan lapisan tunggal.
·         #multi-coated : satu atau lebih permukaan memiliki anti reflektif yang dilapisi layer
·         # fully multi-coated : semua kaca ke permukaan udara adalah anti reflektif yang banyak dilapisi layer.




     
  PENGOLAHAN CITRA DI BIDANG MILITER MENGENAI MENGENALI SASARAN PELURU KENDALI MELELUI SENSOR VISUAL: RUDAL DENGAN KENDALI GPS



Hasil gambar untuk PENGOLAHAN CITRA DI BIDANG MILITER MENGENAI MENGENALI SASARAN PELURU KENDALI MELELUI SENSOR VISUAL: RUDAL DENGAN KENDALI GPS
    Citra (image) adalah gambar pada bidang dua dimensi yang dihasilkan dari gambar analog dua dimensi yang kontinyu menjadi gambar diskrit melalui proses digitasi.
Pengolahan Citra = memproses suatu citra sehingga menghasilkan citra yang sesuai dengan keinginan kita atau kualitasnya menjadi lebih baik, yaitu pemrosesan pada usaha untuk memanipulasi. Citra yang telah menjadi gambar lain menggunakan algoritma atau teknik tertentu. Pengolahan citra mempunyai tujuan yaitu: 

1. Proses memperbaiki kualitas citra agar mudah diinterpretasikan oleh manusia atau komputer .
2. Teknik pengolahan citra dengan mentrasformasikan citra menjadi citra lain.
3. Pengolahan citra merupakan proses awal dari komputer visi.

Pengolahan citra juga digunakan dalam bidang militer, antara lain penggunaannya untuk:
a. Mengenali sasaran peluru kendali melalui sensor visual.
b. Mengidentifikasi pesawat musuh melalui radar.
c. Teropong malam hari (night vision).
d. target locking.

Dalam hal ini yang akan dibahas ialah: Mengenali Sasaran Peluru Kendali Melalui Sensor Visual.
Dunia militer internasional saat ini sudah banyak mengalami kemajuan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Banyak sekali diciptakan alat-alat maupun senjata untuk mengamankan negaranya dari teroris maupun invasi dari negara lain.
Senjata juga tidak perlu membidik lawan menggunakan kejelian mata. Bahkan para tentara tidak perlu langsung terjun di medan perang. Mengapa demikian? Karena dengan menggunakan sistem senjata pintar semua kegiatan perang dapat dilakukan dengan kendali jarak jauh. Peluru kendali dapat menempuh jarak yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Pesawat mampu melihat musuh diluar jarak pandangan mata. Bahkan medan perang mungkin akan diisi mesin-mesin tanpa awak yang mampu menyebabkan kemusnahan massal. Tidak hanya itu. Mesin-mesin perang pun mengalami kemajuan menjadi monster-monster cerdas. Peluru mencari sasarannya sendiri. Sistem –sistem pengintai memberitahukan letak musuh. Dan sistem pertahanan bereaksi secara otomatis terhadap serangan.

Penjelasan Rudal ber-GPS
Hasil gambar untuk PENGOLAHAN CITRA DI BIDANG MILITER MENGENAI MENGENALI SASARAN PELURU KENDALI MELELUI SENSOR VISUAL: RUDAL DENGAN KENDALI GPS
     GPS adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima di seluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.
Dalam serangan terbaru Amerika Serikat dan Inggris ke Irak, ribuan peluru kendali pintar jenis Tomahawk ditembakkan ke Bagdad. Para jenderal aliansi mengatakan, semua peluru kendali mengenai sasaran. Rahasia senjata pintar itu terletak pada sistem pengendalinya. Serangannya dipandu menggunakan sistem satelit militer yang disebut Global Positioning Sytem-GPS. Dengan propaganda militernya, Amerika Serikat memperlihatkan citra satelit, yang menunjukan, bahwa semua sasaran yang dituju tidak pernah meleset. Juga disebutkan kerugian di kalangan penduduk sipil dapat dibatasi sampai minimal. Kunci dari keberhasilan serangan itu tentu saja pemanfaatan Global Positioning System-GPS. Sebab menurut para pakar militer, persenjataan pintar mutakhir dikembangkan tidak hanya dengan memperkuat daya jelajahnya, melainkan juga dengan memperbaiki sistem kendalinya. Dengan demikian peranan GPS amatlah besar, untuk membimbing peluru kendali agar dengan akurat sampai ke sasaran tembak.
Peluru kendali jenis terbaru AS dipasangi peralatan sensor GPS, sehingga arahnya bisa diubah di tengah jalan. Juga dengan memanfaatkan GPS, berbagai hambatan, seperti kabut, badai pasir, iklim buruk, tabir api serta faktor lain bisa diabaikan. Sebenarnya GPS adalah sistem navigasi militer Amerika Serikat yang dipandu satelit dari luar angkasa. Jaringan satelitnya mencakup seluruh permukaan Bumi. Prinsipnya adalah menentukan sebuah lokasi dengan ketepatan tinggi. Prinsip ini serupa dengan metode lama “triangulasi”, dimana posisi sebuah titik ditentukan dengan menarik tiga garis. Hanya saja kini garis itu ditarik dari luar angkasa menggunakan pencitraan satelit.
Cara rudal mampu mencapai sasaran dengan tepat ialah rudal yang sudah dilengkapi dengan dengan pemandu GPS tersebut berkerja dengan cara meneruskan sinyal dan posisi armada bergerak kepada Base Station (BS). Teknologi satelit ini akan melakukan pencitraan terhadap objek yang ada di bumi yang selanjutnya akan diinformasikan kepada BS. BS selanjutnya melakukan kalkulasi pencitraan ini, selanjutnya diteruskan terhadap rudal yang sudah dilengkapi dengan GPS. Selanjutnya tinggal menentukan titik sasaran yang akan dituju.

Beberapa contoh rudal yang sudah menggunaka alat pemandu berupa GPS:
1. AGM-137 TRI-SERVICE STANDOFF ATTACK MISSILE (TSSAM).
Hasil gambar untuk AGM-137 TRI-SERVICE STANDOFF ATTACK MISSILE (TSSAM).
    Angkatan Udara Amerika (USAF) mulai mengembangkan Tri-Service Standoff Attack Missile (TSSAM) pada tahun 1986; untuk menghasilkan rudal dengan teknologi stealth untuk USAF, USN dan USMC dengan kemampuan jarak jauh, pemandu berdiri sendiri, pengenalan target otomatis, dan keakuratan tinggi serta hulu ledak yang mampu menghancurkan sasaran berupa struktur berpelindung tinggi baik didarat maupun diatas permukaan laut. Rudal akan dilengkapi dengan inertial navigation yang dibantu dengan GPS

2. AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW).
Hasil gambar untuk AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW).
     Merupakan program bersama USN dan USAF untuk standarisasi senjata kendali jarak menengah, terutama untuk menghancurkan target terlindung pada jarak diluar jangkauan senjata anti-serangan udara, untuk mempertinggi tingkat keselamatan pesawat tempur.

3. AGM-158 JOINT AIR TO SURFACE STANDOFF MISSILE (JASSM).
Hasil gambar untuk AGM-158A
     Hasil rancang bangun Lockheed Martin. AGM-158A menggunakan pendorong turbojet CAE J402 dari Teledyne. Pemanduan melalui inertial navigation yang selalu diperbaharui dengan GPS. Pengenalan target dan terminal homing melalui imaging infrared seeker. Kelengkapan data link menjadikan rudal mengirimkan sinyal lokasi dan statusnya saat melesat menuju sasaran. Hulu ledak berupa WDU-42/B penetrator dengan bobot 450 kg.

4. STORM SHADOW
Hasil rancang bangun Lockheed Martin. AGM-158A menggunakan pendorong turbojet CAE J402 dari Teledyne. Pemanduan melalui inertial navigation yang selalu diperbaharui dengan GPS. Pengenalan target dan terminal homing melalui imaging infrared seeker. Kelengkapan data link menjadikan rudal mengirimkan sinyal lokasi dan statusnya saat melesat menuju sasaran. Hulu ledak berupa WDU-42/B penetrator dengan bobot 450 kg.

Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan dari rudal yang menggunakan sistem pemandu GPS ini adalah memungkinkan ketepatan rudal dalam mencapai sasaran meskipun dengan jarak yang jauh. Dan bila dipergunakan dalam perang, memungkinkan meminimlkan jatuhnya korban dari warga sipil.
Kelemahan, sistem navigasi menggunakan GPS ini memerlukan data yang akurat. Disinilah tugas mata-mata di darat, menentukan dan menandai sasaran yang akan ditembak. Jadi sistem canggih itupun bisa salah sasaran, kalau ternyata masukan dari darat tidak akurat.
Rudal tersebut juga tidak akan mampu mencapai sasaran, bila sasaranya memasuki area blank spot, area tersebut biasanya bawah tanah. Sistem navigasi rudal juga bisa dikacaukan dengan alat yang dinamakan GPS Jammer. Alat ini berfungsi untuk merusak penyampaian data ke GPS receiver yang ada pada rudal bahkan dapat memberikan informasi palsu. Sehingga rudal tersebut dapat jauh melenceng dari target sasaran.



Contoh Pengolahan Citra Bidang MIliter (RADAR) 
     
  RADAR

1. Latar belakang
     Radar adalah singkatan dari Radio detection and Ranging yang merupakan salah satu fasilitas navigasi. Radar berfungsi sangat penting untuk membantu pengaturan lalu lintas laut dan udara. Termasuk juga untuk pengamatan cuaca dan aplikasi untuk keamanan dan pertahanan. Radar bekerja dengan cara memancarkan gelombang radio ke angkasa dan kemudian diterima kembali setelah ada benda yang  dapat memaantulan/refleksi ketika gelombang radio tersebut mengenainya. Jarak dari obyek tersebut ditentukan dengan mengukur waktu ketika gelombang radio dipancarkan dan kemudian diterima kembali oleh antena receiver. Arah dari suatu obyek yang dideteksikan dari radar ditentukan oleh posisi antena yang berputar ketika bagian yang direfleksikan oleh gelombang radio diterima. Jadi radar dapat melihat benda yang bergerak di angkasa dalam daerah jangkauan radar dan sekaligus menentuka arah dan jarak dari benda tersebut.

 2. Siapa yang menggunakan radar
     Dalam bidang pertahanan(militer), radar sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan pesawat asing atau sebagainya. Dalam peperangan juga radar bisa digunakan untuk mengetahui keberadaan lawan maupun kawan di medan perang.
Selain dalam bidang militer, radar juga banyak digunakan dalam bidang lainnya. Misal dalam cuaca, kepolisian, pelayaran, penerbangan.

     
      Pemantauan cuaca menggunakan Radar

3.   Produk radar yang digunakan dalam militer
   Airborne Early Warning disingkat AEW adalah salah satu sistem radar yang dibawa oleh pesawat terbang yang dirancang untuk mendeteksi pesawat terbang lain. Fungsi dari radar ini yaitu dapat membedakan antara pesawat terbang kawan dan lawan dari jarak jauh. Pesawat jenis ini termasuk kedalam pesawat peringatan dini. Pesawat peringatan dini biasa digunakan dalam operasi penerbangan defensif maupun ofensif. Bila secara ofensif, sistem ini akan mengarahkan pesawat tempur ke targetnya. Dan bila secara defensif, sistem bertugas untuk mengawasi area pertahanan dari serangan musuh.
    Beberapa negara telah mempunyai sistem pesawat peringatan dininya. Misalnya E-3 Sentry dan Grumman E-2C Hawkeye adalah pesawat terbang peringatan dini yang sudah banyak dikenal. Sentry dibuat oleh Boeing Defense and Space Group dan secara internasional diakui sebagai standar pesawat peringatan dini. E-3 Sentry dibuat berbasiskan Boeing 707. Sementara E-2 Hawkeye yang memasuki dinas pada 1965 merupakan pesawat peringatan dini yang paling banyak digunakan. Pertahanan Udara Jepang menggunakan teknologi E-3 yang diimplementasikan ke Boeing 767.

     

 E-3 AWACS

Selain pesawat boeing, ada tiga pesawat peringatan dini berbasis helikopter. Yang pertama adalah helikopter Angkatan Laut Britania Raya yang dipanggil Westland Sea King ASaC7. Satuan helikopter ini tergabung dalam Kapal induk kelas Invincible. Pembuatan Sea King ASaC7, dan sistem sebelumnya yaitu AEW.2 dan AEW.5 adalah konsekuensi dari pelajaran yang didapat oleh Royal Navy yang dikirim ke Samudera Atlantik tahun 1982 dalam Perang Falklands. Kendala utama saat itu adalah kurangnya sistem cakupan untuk peringatan dini.
Jenis helikopter lainnya adalah Ka-31 Helix-B buatan Rusia yang digunakan oleh Angkatan Laut India pada Frigat Krivak-III. Helikopter ini menggunakan peralatan radar E-801M Oko (Eye) yang dapat melacak sampai dengan 20 target di udara dalam waktu bersamaan dari jarak 150 km serta kapal permukaan dari jarak 250 km. India juga mengembangkan sistem pesawat peringatan dininya sendiri yang akan digunakan pada 2010.
 Pesawat peringatan dini berbasis helikopter yang paling modern adalah AgustaWestland EH101 dari Angkatan Laut Italia.
Beberapa sistem pesawat peringatan dini memiliki fitur tambahan sebagai fungsi komando dan pengendali. Salah satunya yaitu AWACS AS.

4. Produk radar yang akan dikembangkan

     
  
 A160 Hummingbird Warrior

Teknologi radar terus dikembangkan oleh peneliti dan militer Amerika, salah satunya DARPA's. DARPA melakukan uji coba teknologi radar terbarunya yang diberi nama Forester (Foliage Penetration Reconnaissance, Surveillance, Tracking and Engagement Radar) yang memiliki kelebihan dapat mendeteksi kendaraan dan prajurit yang berjalan di bawah area pepohonan dari jarak 30 mil. Bahkan dengan sistem ini mereka mengklaim dapat mendeteksi objek yang dicari dapat terlihat dengan jelas keberadaanya.
DARPA mengintegrasikan Forester pada sebuah helikopter Boeing A160 Hummingbird. A160 merupakan pesawat khusus yang dirancang sedemikian rupa bahkan pesawat berjenis helikopter ini tidak memiliki awak pesawat. Desain ini menggabungkan banyak teknologi baru yang belum pernah digunakan dalam helikopter, desain ini memungkinkan untuk ketahanan lebih besar dan ketinggian terbang saat beroperasi. Militer Amerika Serikat sebernarnya sudah memulai mengembangkan teknologi radar ini sejak bulan November tahun 2008. A160 berlanjut dengan tes penerbangan pada tahun 2010, pada uji kali ini terdapat peningkatan pada perbaikan desain sehingga kecepatan maksimum dapat ditembus hingga 140 knot.
Terakhir bahwa radar ini dapat menampilkan sistem pencitraan dengan resolusi yang sangat tinggi dengan mengandalkan gerakan helikopter untuk membuat lubang artifisial berukuran besar.



Sumber :
wikipedia.org/wiki/radar
wikipedia.org/wiki/Pesawat_peringatan_dini
wikipedia.org/wiki/DARPA_FORESTER
www.google.com
www.google.com
www.militerium.com
www.tni-au.mil.id
www.usnews.com
www.beritanet.com
http://subaridargombez.wordpress.com
http://novikarlina10.blogspot.co.id/2010/10/pengolahan-citra-di-dibidang-militer.html